Prosedur Membawa Hewan Peliharaan Kucing atau Anjing Berpindah Kota dengan Pesawat atau Kapal



Hello sob,

Ingin sedikit berbagi perihal membawa peliharaan keluar kota. Beberapa waktu yang lalu saya mendapatkan tugas untuk bekerja di luar kota dalam waktu yang lama (tahunan) tepatnya diluar pulau Jawa, yakni pulau Sumatera. Sehingga mau tidak mau saya harus membawa semua properti dan tak luput juga saya harus membawa semua hewan peliharaan saya yakni beberapa ekor kucing. 

Semula saya ingin membawa kucing saya dengan menggunakan mobil pribadi melalui jalur darat dan kemudian dilanjutkan menyeberang dengan menggunakan kapal. Saya mencoba mencari informasi apakah ada semacam surat jalan atau dokumen yang dibutuhkan untuk prosedur ini. Dan ternyata benar sekali, untuk membawa hewan peliharaan termasuk kucing harus menggunakan surat Jalan yang diterbitkan oleh Balai Karantina dimana hewan berasal. Mengingat prosedur ini sama baik menggunakan pesawat ataupun kapal, saya memutuskan untuk menggunakan pesawat saja, agar kucing kesayangan saya tidak kecapaian mengingat perjalanan melalui jalur darat bisa memakan waktu 2 hari.

Mulai lah saya mencari informasi ke Balai Karantina Semarang, hal ini saya lakukan karena saya akan terbang melalui bandar udara dari Semarang. Dan lokasi dari Balai Karantina ini ada di pelabuhan Semarang, dari gerbang masuk kurang lebih 1 km .



Dari situ saya memperoleh informasi bahwa, saya harus melengkapi kucing saya dengan buku vaksin dimana kucing saya harus sudah divaksin panle dkk, serta yang utama sudah divaksin rabies. Bergegaslah saya untuk memvaksin kucing saya dengan vaksin rabies, di salah satu klinik hewan Semarang vaksin ini saya dapatkan seharga Rp.100.000,-, termasuk dengan pelayanannya. 

Perlu diketahui setelah kucing divaksin rabies, dibutuhkan minimal 3 minggu untuk dapat dilakukan pemeriksaan darah (uji rabies). 

Setelah 3 minggu berlalu , akhirnya saya kembali ke klinik hewan untuk mengambil sampel darah (2 buah sampel) dengan membawa kucing kita tentunya, dan samplenya dibawa dengan wadah tupperware yang sudah diisi dengan ES batu. Wadah nya kita persiapkan sendiri ya, dan untuk biaya pengambilan sampel ini kurang lebih Rp.60.000,-.  Kira2 sampel nya akan seperti gambar di bawah ini:


Sampel darah yang sudah kita dapatkan tadi kita bawa ke balai karantina semarang untuk didaftarkan uji rabies. Hasil uji rabies akan keluar kurang lebih 1 minggu, berharap saja sampel darah cukup untuk sekali uji. Karena ada kasus bahwa jumlah antibodi di darah belum mencukupi untuk memenuhi standar bebas rabies, hal ini biasa terjadi karena jarak antara kucing di vaksin rabies terlalu dekat, untuk kasus saya 3 minggu hasilnya sangat minim, akan tetapi sudah dikatakan layak terbang dan sah mendapatkan surat uji rabies.

Berbekal surat hasil lab rabies karantina, kemudian saya menuju ke dinas pertanian yang ada di depan Polsek Gayamsari Semarang, dan tentunya membawa kucing juga. Dilakukan pemeriksaan dan mendapat surat rekomendasi yang kemudian kita bawa ke dinas pertanian di Jl Kompak 2-3 , Gemah, Pedurungan Semarang, disini kita akan mendapatkan SKKH (Surat Keterangan Kesehatan Hewan). Biaya pengurusan ini gratis (tidak dikenai biaya sepeserpun). 

Perlu diketahui dalam menerbitkan SKKH kita akan diminta tanggal keberangkatan pesawat kita, serta fotocopy buku vaksin dan fotocopy uji lab rabies, serta KTP dan mengisi formulir yang disediakan. Prosesnya sangat cepat, hanya 30 menit saja dan surat telah terbit.

SKKH ini akan kita bawa ke balai karantina bandar udara 3 jam sebelum keberangkatan (minimal), tidak boleh sebelum itu. Dan setelah itu kita bisa terbang dengan binatang kesayangan kita.


Selamat Mencoba bagi sobat yang ingin bepergian, dan membawa binatang kesayangannya. Perlu diperhatikan bahwa ini berlaku untuk membawa binatang ataupun tumbuhan ya, intinya semua makhluk hidup yang berpotensi membawa penyakit zoonosis (infeksi yang dapat ditularkan dari hewan - manusia ataupun sebaliknya). 

Ikuti prosedurnya, tidak sulit kok, cuma memang tidak bisa mendadak, minimal prosesnya 2 bulan sebelum waktu keberangkatan. Kecuali sobat sudah vaksin rabies jauh2 sebelumnya, dan vaksin rabies bisa diuji maksimal 6 bulan setelah divaksin.

Salam.


Subscribe to receive free email updates:

4 Responses to "Prosedur Membawa Hewan Peliharaan Kucing atau Anjing Berpindah Kota dengan Pesawat atau Kapal"

  1. Kebetulan, saya juga mau terbang sama kucing-kucing saya. Baru tahu kalau harus pakai SKKH dari dinas pertanian. Saya pikir cukup dari dokter hewan praktisi aja.

    Sayangnya karena wajib vaksin rabies, kitten under 6 bulan ga bisa ikut ya, soalnya vaksin rabies kan minimal kucingnya harus udah 20 minggu (+- 5 bulan). 😢😢😢😢

    Btw makasih infonya Mas. Doakan lancar ya. 🙏

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mbak, untuk kitten usia dibawah 6 bulan sepengetahuan saya tidak dapat divaksin rabies, termasuk kucing yang sedang hamil juga. Kemarin saya juga gagal membawa 6 kitten persia saya dan 1 kucing persia betina milik saya yang sedang hamil. Terpaksa saya open adopt untuk mereka.

      Memang sebisa mungkin dan secepat mungkin kita harus rajin vaksin rabies mbak. Disamping melindungi keluarga kita, juga melindungi kucing kita. Jujur setelah pindah ke luar pulau jawa, pernah kejadian saya digigit kucing saya sampai berdarah parah, untungnya kucing saya tersebut sudah saya vaksin rabies sehingga saya cukup diberi suntikan antibiotik saja.

      Lebih baik berjaga-jaga , vaksin rabies sangat murah dan penting kok.

      Delete
  2. Aduuh sy gagal dong bawa anjing kesayangan..tiba2 suami mutasi tugas ..desember sy nyusul kekota tmpat suami kerja..anjing lokal sih tapi pintar usia baru4bln.rencana sy kirim pke kapal laut 18 jam

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mbak sepengetahuan saya, usia dibawah 6 bulan belum bisa divaksin rabies, tapi coba saja konsultasikan ke dokter hewan mbak.

      informasi lanjutan akan di share di alexistdev.com

      Delete